Pages

Thursday, May 28, 2015

Hubungan Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Spiritual

Sumber

Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).  Kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya dengan tuntutan-tuntutan masyarakat tempat ia hidup, masalah-masalah hidup yang dialami, peran sosial dan pencapaian-pencapaian sosialnya. Selain itu juga berhubungan dengan kondisi seseorang yang berkaitan dengan penyesuaian diri yang aktif dalam menghadapi dan mengatasi masalah dengan mempertahankan stabilitas diri, juga ketika berhadapan dengan kondisi baru, serta memiliki penilaian nyata baik tentang kehidupan maupun keadaan diri sendiri.

Penyesuaiaan diri berhubungan dengan cara-cara yang dipilih individu untuk mengolah rangsangan, ajakan dan dorongan yang datang dari dalam maupun luar diri. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh pribadi yang sehat mental adalah penyesuaian diri yang aktif dalam pengertian bahwa individu berperan aktif dalam pemilihan cara-cara pengolahan rangsang itu. Individu tidak seperti binatang atau tumbuhan hanya reaktif terhadap lingkungan. Dengan kata lain individu memiliki otonomi dalam menanggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.


Kecerdasan spiritual adalah kemampuan potensial setiap manusia yang menjadikan ia dapat menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.

Kecerdasan spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekat yang besar, menggunakannya  menuju kearifan, dan untuk mencapai  kebahagiaan yang abadi.

Kecerdasan spiritual tidak mesti berhubungan dengan agama. Kecerdasan spiritual  merupakan kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh yang tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.
Sumber

Kecerdasan spiritual mengacu pada keterampilan, kemampuan dan perilaku yang diperlukan untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan dengan sumber utama dari semua yaitu Tuhan Yang Maha Esa, keberhasilan dalam menemukan makna hidup, menemukan cara moral dan etika untuk membimbing kita dalam hidup, mengeksternalisasi perasaan kita akan makna dan nilai-nilai dalam kehidupan pribadi kita dan dalam hubungan interpersonal kita. 

Ada yang beranggapan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan tertinggi dari kecerdasan lain seperti kecerdasan intelektual dan kecerdasan emsoional. Hal ini dikarenakan ketika orang sudah memiliki kecerdasan spiritual, orang itu mampu memaknai kehidupan sehingga dapat hidup dengan penuh kebijaksanaan.

Kecerdasan spiritual dapat dilihat pada aktivitas sehari-hari, seperti bagaimana cara bertindak, memaknai hidup dan menjadi orang yang lebih bijaksana dalam segala hal. Memiliki kecerdasan spiritual berarti memiliki kemampuan untuk bersikap fleksibel, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian dalam hidupnya sehingga mampu menjadi orang yang bijaksana dalam hidup serta menjadikan keterhubungan atau keserasian nada ritem dalam diri antara alam luar yang rasional dan sadar dengan pusat diri yang irasional, imanen, yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan, dimana keharmonisan keduanya dinamakan kesehatan mental.

Kecerdasan Spiritual sangat berkaitan dengan hati nurani dan kesehatan jiwa. Bila kita mempunyai kecerdasan spiritual yang baik maka dalam diri kita akan menimbulkan suatu dampak keluar yang  mempengaruhi bagaimana kita menyesuaikan diri kita terhadap lingkungan kita (kesehatan mental). Spritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian,kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik akan sesuai antara hati, kata dan perbuatannya, selaras antara apa yang ada dalam hatinya, ucapan  dan perbuatannya.

Orang yang cerdas emosi dan spiritual akan enak diajak bergaul, karena mereka telah terbebas dari su’udzon (buruk sangka, hasad, iri atau dengki) dan takabur (menyombongkan diri). Orang-orang inilah yang memiliki potensi untuk meraih sukses di dunia sekaligus sukses menikmati kehidupan surgawi di akhirat nanti.
Sebaliknya ketika kita tidak mempunyai kecerdasan spiritual yang baik maka kesehatan mental kita juga akan terganggu. Seperti terhambatnya perkembangan secara fisik dan mental serta kurangnya berprilaku sesuai norma-norma yang sudah di tetapkan.




Dewi, Kartika Sari. (2012). Kesehatan Mental. Semarang: UPT UNDIP Press Semarang.
Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: Kanisius.
Basuki, A.M Heru. 2008. Psikologi Umum : Seri Diktat Kuliah. Universitas Gunadarma.
Referensi, diakses pada 28 Mei 2015.
Referensi, diakses pada 28 Mei 2015.
Referensi, diakses pada 28 Mei 2015.