Pages

Showing posts with label Sayang. Show all posts
Showing posts with label Sayang. Show all posts

Friday, November 15, 2013

Manusia dan Cinta Kasih

1. Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayag (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan. Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.

Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat renda aanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Unsur-Unsur Cinta


Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, Cinta memiliki 3 unsur, yaitu:
1.      Keterikatan (Cinta Setia)
adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
2.      Keintiman (Cinta Saudara)
kebiasaan kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang.
3.      Kemesraan (Cinta Rayuan)
adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapanyang mengungkapkan rasa sayang.

Tiga Unsur Cinta Segitiga

Seorang psikolog Amerika, Robert J. Sternberg menyatakan bahwa ada  3 unsur dalam segitiga cinta yaitu :

1)    Komitmen adalah upaya sadar untuk menjaga hubungan.

2)   Keintiman adalah kedekatan emosional, yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara dua individu

3)    Gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual.

Tingkatan Cinta

Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah.


  • Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah.
  • Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
  • Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.    

2. Cinta Menurut Ajaran Agama

Cinta menurut agama terbagi menjadi 6 cinta, yaitu:

·         Cinta Diri (Q.S. Al Adiyat, 100:8, Q.S. Al Fushilat, 41:49)
·         Cinta Kepada Sesama Manusia
·         Cinta Seksual (Q.S. Ar Rum, 30:21)
·         Cinta Kebapakan (Q.S.Maryam, 19:4-6, Q.S. Yusuf, 12:84, Q.S. Hud, 11:45)
·         Cinta Kepada Allah (Q.S. Ali Imran, 3:31)
·         Cinta Kepada Rasul


3. Kasih Sayang

Kasih sayang adalah perasaan saling, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Untuk itu dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan macam macam pemberian kasih sayang orantua kepada anaknya:

·         Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orangtua yang memberikan kasih sayang, perhatian, nasehat atau yang lain sebagainya. Disisi lain sang anak hanya diam saja menerima, mengiyakan tanpa memberi respon.
·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berusaha mati matian untuk memberikan kasih sayang kepada orangtuanya tetapi orangtuanya hanya diam tanpa memberi respon.
·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa tidak ada kontak kasih sayang antara orangtua dan anak. Masing masing person sibuk mengurus dirinya sendiri.
·          Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Yang keempat inilah merupakan dambaan setiap keluarga. Alangkah senagnya jika dalam suatu keluarga ada rasa kasih sayang , kemesraan, dan cinta kasih. Subhanallah, dapat dibayangkan betapa bahagianya kita menjalani kehidupan didunia ini.

Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya,saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.

4. Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.

Contoh Puisi Tentang Kemesraan

Tadi malam kau katakan
Jangan tinggalkan aku
Air mata itu s’makin membuatku yakin

Cinta Sejatilah yang ada didalamnya
Kau genggam tanganku dan kau bisikkan kata
Kau yang pertama dan terakhir

Aku bahagia menemukanmu
Saat akhir cinta yang tak pasti
Biarlah menjadi abadi setiap kasih
Yang tulus dari hati...
Kau yang pertama dan yang terakhir

5. Pemujaan      
  
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritua.

Contohnya seperti di Pura Agung Batam yang menyembah dewa Durga. Pura ini merupakan tempat ibadah umat Hindu terbesar di Batam. Sama halnya dengan kedudukan Masjid Raya Batam, Vihara Duta Maitreya di Seipanas maupun patung Dewi Kwan Im di Sekupang.

6. Belas Kasihan

Pengertian Belas kasih (composian) adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .

Cara-cara menumpahkan belas kasihan :

Misalnya dengan membagi kasih kepadayatim piatu, panti jompo, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dan sebagainya. Caranya pun bermacam-macam bisa secara material atau dengan bantuan-bantuan pengajaran (bagi anak-anak yang tidak mampu sekolah), pengabdian (merawat orang-orang lansia) dan sebagainya.

7. Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan keduanya, lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lainnya.Contoh sering kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainya.







   

Monday, December 5, 2011

Surat untuk Adik

Untuk adikku yang sedang mencari jalan menuju Allah… Bagaimana kabarmu? Suratmu terakhir membuat kakak terkejut dik. Benarkah adik sudah tidak percaya pada Allah? Benarkah adik bosan dengan kepura-puraan syariat? Apakah adik berpikir kalau sholat, jilbab dan semuanya adalah paksaan? Benarkah adik tidak suka orang-orang yang beragama itu menyebut di luar agamanya sebagai pendosa? Dan kenapa pula dik, kenapa Al-Qur’an itu adik sebut berantakan? Adik bilang itu kesimpulan dari hasil analisa adik. Benarkah demikian?

Dik, kakak menulis ini sebagai pribadi kakak sendiri, bukan mewakili orang-orang yang adik sebutkan dalam surat terakhir adik. Iman itu percaya, dik, percaya pada sesuatu yang jelas kita agungkan dan pahami kebenarannya. Seperti saat kita memilih untuk percaya bahwa kita punya jantung. Adik merasa punya jantung? Apakah adik pernah melihatnya? Tidak kan. Apakah kita pernah juga menyentuh matahari? Apakah kita juga pernah ke luar angkasa naik roket dan menyaksikan secara utuh bahwa bumi bulat bukan kubus? Semua itu kita percaya dari orang, dari buku, dari pendapat orang lain yang kita sudah pahami kebenarannya.

Dan apakah kita juga menyaksikan saat ibu kita melahirkan kita dik? apakah kita bertanya, "kamu bener ibuku bukan sih?" Itu tidak mungkin kan, dik. Kita mengetahuinya dari kasih sayang ibu, cinta-nya, betapa ia memelihara kita dari kecil, dan kita berpikir kalau ia benar-benar ibu kita, kita memilih untuk berpikir itu, dik. Bahkan saat orang datang bilang itu bukan ibumu, kita dengan sekuat tenaga menolaknya.

Itu juga yang kakak rasakan tentang agama, ada ikatan kuat antara ilmu, perasaan, dan kepasrahan. Apakah kita harus melihat dari dekat waktu Allah membuat big bang dan bumi dibentuk? Apakah kita juga harus tahu dulu seperti apa bentuk Allah dan malaikat? Tidak kan dik. Karena waktu melihat dunia ini, melihat keteraturannya, kita sadar bahwa itu kasih sayang Allah. Lalu kita baca Al Quran, lalu kita memilih untuk meyakini dan pasrah menjalankan aturan. Bukan berpura-pura mempercayainya, kita pasrah dan tunduk. Bukan berpura-pura pakai jilbab, baca Quran, sholat, atau berusaha membuktikan itu secara rasional. Karena itu bukan definisi islam. Definisi islam adalah tunduk, berserah diri.

Dan meskipun kita sudah memahaminya dan mepercayainya, bukan berarti kita boleh sombong dan lalu menganggap yang tidak mempercayainya itu kotor dan pendosa, dik. Prinsip untuk ini jelas dalam Islam bahwa masing-masing menanggung akibat perbuatannya, lakum dinukum waliyadin. Agama itu petunjuk dan tuntunan bagi orang yg mempercayainya, yang tdk percaya tidak wajib. Masing-masing orang berproses menuju Allah. Bahkan diri kita sendiri, dik. Bahkan Nabi pun tak mampu menjamin orang mendapat hidayah. Ingat cerita Nabi yg memberi makan seorang Yahudi buta di pasar? Kita diminta berkasih sayang pada siapapun, berbuat adil, sambil tetap menunjukkan bahwa kita ini berserah pada Allah.

Dik, jangan kira kakak tak pernah mendengar apa yang adik sampaikan. Kakak tahu ada orientalis yang bilang bahwa Al Quran berantakan, bahwa al Quran ditulis oleh seorang yg buta huruf dan mengidap epilepsi, bahwa Muhamad seperti ayan waktu menerima wahyu, dan para sahabat adalah pengikut yg fanatik dan bodoh. Ah. Itu sangat sadis dik. Itu seperti waktu ada orang yg bilang bahwa ibumu bukan ibumu. Sementara kakak juga tahu kalau Muhammad adalah orang yang santun jujur dan amanah. Kakak mendengarnya bukan dari satu dua orang, tapi dari matan, perkataan banyak orang yang jelas runtutan penyampaiannya.

Kakak juga tahu meski menurut adik berantakan, al-Quran adalah kitab yang paling banyak dibaca, dihafal, ditafsirkan dan ia menciptakan budaya ilmiah dan merubah dunia jadi landasn peradaban modern. Bahkan sampai sekarang, dik. Sudah banyak desertasi yang dtulis tentang al-Quran, yang bicara tentang keserasian Al Qur’an, salah satunya, professor Indonesia, Pak Quraish Shihab namanya. Apakah dengan itu kita bisa mengatakan Al Qur’an berantakan dik? Haruskah kita naik mesin waktu dan ketemu Muhammad untuk mempercayai Al Qur’an?

Ada banyak hal yang tidak terlihat dengan mata kepala telanjang, dan bahkan seluruh usaha sains rasional tidak dapat meraih kulitnya saja. Sementara terhadap ayat-ayat Allah di alam maupun di kitab manusia diberi kehendak untuk memilih, lalu diberi balasan di akhir sesuai pilihannya. Itu narasi besar kehidupan, dik.

Apakah ini doktrin? Ya memang. Karena dalam hidup ini kita butuh sesuatu yang pasti, pegangan hidup, sementara sains dan rasio manusia bersifat relatif, dan selalu berubah.

Memang benar kita udah lama banget tidak ketemu dik. Dan tahu siapa yg paling terkejut: itu kakak!
Seperti disampaikan seorang sahabat tentang agnostik*. Semoga bisa menjadi perenungan untuk kita semua...

Taichung, 11202011
 By : Ashif Aminulloh Fathnan
*An agnostic is a person who believes that the existence of a greater power, such as a god, cannot be proven or disproved; therefore an agnostic wallows in the complexity of the existence of higher beings.