Pages

Showing posts with label Phobia. Show all posts
Showing posts with label Phobia. Show all posts

Wednesday, January 22, 2014

Manusia dan Penderitaan


PENDERITAAN 

Pengertian penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitan termasuk realiitas dunia dan manusia. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "resiko" hidup. Baik dalam Al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. 




Contoh penderitaan :
Kekerasan fisik pada anak
Kasus :Yani (30 th) sering menghukum ‘kenakalan' anaknya yang bersusia 5 tahun. Bentuk kenakalan itu antara lain, menuang sabun di kamar mandi, tak mau makan, mengotori jemuran dan menganggu adik. “Kalau nakalnya di kamar mandi, ya saya pukul pakai gayung. Kalau tak mau makan, saya pukul pakai sendok atau piring. Kalau menggangu adiknya, saya pukul pakai maiannya.” Menurut Yani, anak harus dihukum supaya jera dan tidak mengulangi perbuatan yang dilarang. Yani tak ingin disalahkan suami karena tak mampu mendidik anak.


Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup untuk ditakdirkan bahagia dan menderita. Oleh karena itu, kita tidak boleh pesimis, melainkan harus optimis, Kita harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang mengadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, dan masyarakat sekitar dengan waspada dan disertai doa kepada Allah supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang terjadi, mungkin dialami sendiri dan mungkin juga dialami oleh orang lain. Atau mungkin akibat dari diri sendiri atau orang lain.
Apabila kita memperhatikan membaca riwayat para pemimpin bangsa, orang-orang besar dunia, sebagian kehidupannya dilalui penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara colonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa.  Demikian juga pemimpin-pemimpin kita yang lain. Mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan.

Beberapa penyebab penderitaan :
  • Hubungan tidak baik antara manusia dengan manusia, yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki, iri, sakit hati, kejam dan sebagainya. Hal ini mendasari perbuatan buruk manusia terhadap sesama yang dapat memicu penderitaan, entah itu dari korban yang mengalami maupun pelaku yang mengalami derita.
  • Hubungan tidak baik antara manusia dengan Alam, yang mengakibatkan bencana. Kurangnya kesadaran manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam.
  • Penderitaan karena cobaan, disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan memberikan suatu cobaan diluar kemampuan umat-Nya.


Pengaruh Penderitaan dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.


SIKSAAN 

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatin dan sebagainya. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media masa. Dengan demikian jelaslah di satu pihak kasus siksaan, perkosaan, perampokan pembunuhan dan lain-lain merupakan sumber keuntungan. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. kesepian dialami oleh seorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam linkungan orang ramai. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seorang mengalami siksaan batin.



FOBIA


Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. 
Fobia sosial dikenal juga sebagai gangguan anxietas sosial, fobia sosial adalah ketakutan akan diamati dan dipermalukan di depan publik. Hal ini bermanifestasi sebagai rasa malu dan tidak nyaman yang sangat berlebihan di situasi sosial. Hal ini mendorong orang untuk mengindari situasi sosial dan ini tidak disebebabkan karena masalah fisik atau mental (seperti gagap, jerawat atau gangguan kepribadian).
Fobia spesifik ditandai oleh ketakutan yang tidak rasional akan objek atau situasi tertentu. Gangguan ini termasuk gangguan medik yang paling sering didapati, namun demikian sebagian kasus hanyalah ringan dan tidak perlu mendapatkan pengobatan. Pada fobia terjadi salah-pindah kecemasan pada barang atau keadaan yang mula-mula menimbulkan kecemasan itu. Jadi terdapat dua mekanisme pembelaan, yaitu salah-pindah dan simbolisasi.Ada banyak macam fobia yang dinamakan menurut barang atau keadaan. Apabila berhadapan dengan objek atau situasi tersebut, orang dengan fobia akan mengalami perasaan panik, berkeringat, berusaha menghindar, sulit untuk bernapas dan jantung berdebar. Sebagian besar orang dewasa yang menderita fobia menyadari bahwa ketakutannya tidak rasional dan banyak yang memilih untuk mencoba menahan perasaan anxietas yang hebat daripada mengungkapkan ganguannya.
Berikut ini adalah 7 dari fobia spesifik yang paling umum:


1. Acrophobia – Takut Pada Ketinggian 
Acrophobia adalah ketakutan terhadap semua jenis ketinggian. fobia ini berbeda dengan aerophobia (takut terbang).
Acrophobia kadang-kadang mirip dengan vertigo. Vertigo adalah kondisi fisik yang menyebabkan pusing atau disorientasi ketika melihat ke bawah dari ketinggian. Rasa takut yang timbul akibat gejala vertigo pada ketinggian tidak sama dengan acrophobia.
2. Claustrophobia – Takut Pada Ruang Tertutup
Claustrophobia dapat berkisar dari ringan sampai parah. Dalam kasus yang parah, penderita bisa mengalami kecemasan dari hanya sekedar menutup pintu kamar tidur.
Banyak penderita claustrophobia menemukan bahwa rasa takut mereka secara khusus dipicu oleh situasi umum tertentu seperti memasuki lift atau naik pesawat terbang. Beberapa orang menemukan claustrophobia terdiagnosis saat menjalani MRI (Magnetic Resonance Imaging).




3. Nyctophobia – Takut Pada Kegelapan
Ketakutan ini umum dan biasanya bersifat sementara pada anak-anak. Jika berlangsung lebih dari enam bulan dan menyebabkan kecemasan yang ekstrim, mungkin akan didiagnosis sebagai fobia. Fobia ini jarang terjadi pada orang dewasa.


4. Ophidiophobia – Takut Pada Ular
Ophidiophobia mengacu khusus untuk ular. Jika terjadi ketakutan pada reptil lainnya juga, maka lebih umum di klasifikasikan pada herpetophobia (takut pada reptil).
Orang yang menderita fobia ini tidak hanya takut menyentuh ular. Mereka juga menunjukkan rasa takut ketika melihat gambar ular atau bahkan berbicara tentang mereka.
5. Arachnophobia – Takut Pada Laba-laba
Ini adalah fobia hewan yang sangat umum. Penderita umumnya takut jaring laba-laba dan tanda-tanda lain yang meg-identifikasikan bahwa laba-laba mungkin ada di sekitarnya. Mereka juga takut gambar laba-laba.


6. Trypanophobia – Takut Pada Jarum injeksi/jarum suntik atau Medis
Trypanophobia adalah fobia medis. Ketakutan pada jarum non medis dikenal sebagai aichmophobia.
Trypanophobia dapat mengakibatkan respon fisiologis yang serius termasuk tekanan darah sangat rendah dan pingsan. Dalam beberapa kasus, trypanophobia parah dapat menyebabkan penderita akan menghindari semua perawatan medis.


7. Astraphobia – Takut Pada Petir dan Kilat
Phobia ini umum terjadi pada anak-anak. Jika sudah parah dan berlanjut selama lebih dari enam bulan, barulah dapat didiagnosis sebagai fobia.
Baik orang dewasa dan anak-anak cenderung untuk berurusan dengan rasa takut dengan mencari “tempat tinggal”, mengamankan diri dari jendela di mana hal tersebut tidak dapat dilihat.

KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.





Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan mental adalah :
a) nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b) nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu,mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
a) gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
b) usah mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah. Pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bial menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c) kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab- sebab timbulnya kekalutan mental yaitu :
a) kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b) terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkuta dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c) cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
a) Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup
b) Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :
1) agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fiskik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitar.
2) regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekenak-kanakkan (infantil).
3) fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap).
4) proyeksi merupakan usaha meleparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain.
5) identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
6) narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
7) autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi-nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Sumber 1
Sumber 2

Sunday, November 20, 2011

Jenis Gangguan-gangguan Phobia Yang Paling Fatal


Gangguan-gangguan Phobia Yang Paling Fatal
Ada banyak jenis gangguan phobia, mulai dari yang ringan, aneh dan terdengar konyol sampai yang benar-benar fatal dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya.
Setiap orang pasti memiliki rasa takut tertentu akan sesuatu, yang jenis dan intensitasnya tentu saja berbeda-beda dan bervariasi. Dalam taraf yang cukup tinggi, rasa takut ini menjelma menjadi apa yang disebut gangguan phobia. Ada banyak jenis phobia yang telah diketahui seperti agoraphobia yaitu rasa takut akan ruang terbuka dan berada di tempat ramai, atau thanatophobia yaitu rasa takut akan kematian. Ada juga jenis phobia yang tergolong sangat aneh dan konyol seperti arachibutyrophobia yaitu rasa takut akan "selai kacang yang menempel di langit-langit mulut".
Di artikel berikut akan kita bahasa jenis-jenis phobia yang bersifat sangat fatal, dengan kata lain jenis-jenis phobia yang bersifat fundamental dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya hingga ke taraf ekstrim. Walaupun akan terdengar aneh, harap diingat bahwa di luar sana memang benar-benar ada sesama kita yang menderita phobia ini. Dengan mengetahui jenis-jenis phobia ini diharapkan kita akan turut dapat merasakan dan bersimpati kepada mereka. Mari kita lihat satu per satu.
  1. Ambulophobia
    Rasa takut untuk berjalan atau berdiri.
    Ambulophobia
    Bayangkan jika hanya dengan berjalan atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderitaambulophobia tidak akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
    Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik. Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat berjalan.
  2. Decidophobia
    Rasa takut untuk mengambil keputusan.
    Decidophobia
    Kata decidophobia pertama kali diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai "rasa kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran". Penderitanya cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain, biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
    Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia.
  3. Epistemophobia (Gnosiophobia)
    Rasa takut akan ilmu pengetahuan.
    Epistemophobia (Gnosiophobia)
    Epistemophobia atau sering juga disebut gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima hal baru tersebut.
    Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar, susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).
  4. Rasa takut akan makanan.
  5. Cibophobia
    Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
    Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan akantanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
    Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia.
  6. Somniphobia (Hypnophobia)
    Rasa takut untuk tidur.
    Somniphobia (Hypnophobia)
    Somniphobia, ketakukan untuk tidur, dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah, kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
    Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur.
  7. Acousticophobia
    Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri.
    Acousticophobia
    Penderita acousticophobia merasa takut akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
    Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.
  8. Chronophobia
    Rasa takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu.
    Chronophobia
    Rasa takut akan waktu atau chronophobia meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu, seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim, penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata kepadanya kata-kata seperti "besok", "nanti", "kemarin", dan sebagainya. Suara detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
    Gejala chronophobia dapat bersifat mentalemosional, dan fisikal. Rasa takut yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan penderitanya.
  9. Counterphobia (Phobophilia)
    Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan.
    Counterphobia (Phobophilia)
    Counterphobia didefinisikan sebagai rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi counterphobia justru dimulai dengan kata "suka". Jika para penderita phobia yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
    Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara "melawan atau menyerah". Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
    Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilahphobophilia yang secara harfiah berarti "rasa suka akan rasa takut".
  10. Phobophobia
    Rasa takut akan rasa takut itu sendiri.
    Phobophobia
    Phobophobia didefinisikan sebagai rasa takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak beralasan dan bersifat semu.
    Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.
  11. Pantophobia
    Rasa takut akan segala hal.
    Pantophobia
    Telah cukup jelas dari definisinya betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber mendefinisikan pantophobia sebagai "rasa takut yang semu dan terus-menerus akan sesuatu yang tidak diketahui dan jahat". Pada taraf ekstrim penderitanya akan jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
    Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.
Penanganan (treatment)
Demikianlah daftar 10 jenis gangguan phobia yang paling fatal. Dengan mengetahuinya diharapkan kita dapat lebih sadar dan waspada akan gangguan phobia ini sehingga jika ada orang terdekat kita yang mengalaminya dapat dengan cepat diberikan pertolongan. Secara umum hampir semua jenis phobia memiliki gejala yang sama terutama berkaitan dengan kegelisahan antara lain rasa pusing, mual, gemetar, berkeringat hingga jantung berdebar. Namun perlu diingat bahwa penanganan phobia tidak dapat dilakukan secara general. Phobia adalah jenis gangguan mental yang bersifat spesifik terhadap penderitanya. Oleh karena itu penangannya pun bersifat eksklusif dan berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita yang lain.
Para ahli telah mengembangkan beberapa metode penyembuhan (treatment) terhadap phobia, yaitu antara lain:
  1. Hypnotherapy
    Hypnotherapy membantu penderita phobia dengan cara memrogram ulang alam bawah sadarnya. Hypnotherapy memiliki efek langsung dengan meminimalisir gejala-gejala phobia. Namun ada banyak orang yang kurang menyukai hypnotherapy karena ada rasa kehilangan kontrol akan dirinya sendiri dengan membiarkan orang lain meng-hypnotherapy dirinya.
  2. Neuro-Linguistic Programming (NLP)
    NLP pada dasarnya adalah sebuah studi dan praktek tentang bagaimana kita menciptakan realitas. Dari sudut pandang NLP, phobia adalah hasil dari cara penderitanya membentuk realitas yang salah. Treatment NLP bekerja dengan cara memrogram ulang bagaimana penderita phobia membangun kembali realitas.
  3. Energy Psychology
    Energy Psychology merupakan metode baru dan dianggap sangat efektif dan efisien untuk menangani phobia dengan permanen. Energy Psychology didasarkan teori dan praktek yang telah ada selama ribuan tahun sebagai sarana pengobatan tradisional. Sampai tingkat tertentu, energy psychology berkaitan erat dengan teknik pengobatan tradisional akupuntur, karena memiliki cara kerja yang mirip yaitu dengan cara mengaktifkan sistem energi manusia.


Sumber : KLIK